tentang

Sabtu, 29 Oktober 2011

Salmon ikan yang mati setelah bertelur






Salmon adalah sejenis ikan laut dari famili Salmonidae. Ikan lain yang satu famili dengan salmon adalah ikan trout. Perbedaannya adalah pada migrasi hidup salmon dibandingkan dengan ikan trout yang menetap. Salmon hidup di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik.

Secara umum, salmon adalah spesies anadromous, yaitu spesies yang bermigrasi untuk berkembang biak. Salmon lahir di perairan air tawar, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke air tawar untuk bereproduksi. Terdapat suatu kepercayaan bahwa salmon selalu kembali ke tempat yang sama di mana ia dilahirkan untuk berkembang biak. Penelitian menunjukkan demikian, namun alasan mengapa hal itu terjadi dan bagaimana salmon dapat menyimpan memori tersebut masih misteri.

Siklus hidup

Salmon kembali ke perairan air tawar yang deras untuk berkembang biak. Metode navigasi yang dilakukannya kemungkinan dilakukan dengan indra penciuman ikan tersebut. Setengah dari salmon dewasa akan mati dalam beberapa hari hingga minggu setelah berkembang biak.

Untuk menaruh telur, salmon betina mengepakkan ekornya untuk menciptakan wilayah bertekanan rendah untuk mengangkat kerikil agar tersapu arus, menciptakan celah baginya untuk menaruh telur. Satu celah dapat menampung 5000 telur, menutupi area sekitar 2,8 m2. Warna telur bervariasi dari oranye hingga merah. Satu atau lebih salmon jantan akan mendekati betina dan mengeluarkan spermanya ke air untuk membuahi telur. Salmon betina lalu menutupi telur-telurnya dengan menyapu kerikil lalu pergi bertelur di tempat lain. Salmon betina dapat melakukannya sebanyak tujuh kali sebelum telur dalam ovariumnya habis. Salmon akan mati kelelahan segera setelah bertelur.

Telur harus diletakkan di bawah kerikil di sekitar air yang dingin dengan arus yang baik sebagai suplai oksigen. Kematian yang tinggi umum terjadi pada tahap ini, yang sebagian besar terjadi akibat predasi dan perubahan kondisi perairan akibat ulah manusia.

Salmon muda menetap di perairan air tawar tersebut tempat mereka dilahirkan, selama tiga tahun sebelum bermigrasi ke lautan. Pada masa tersebut, mereka berwarna keperakan. Diperkirakan hanya 10% dari jumlah telur yang selamat mencapai tahap ini.

Salmon menghabiskan waktu selama satu hingga lima tahun sebelum mencapai usia kematangan seksual. Salmon dewasa akan kembali ke tempat di mana dia dilahirkan untuk berkembang biak. Untuk menuju ke proses tersebut, beberapa jenis salmon mengembangkan taring. Warna mereka akan menjadi gelap. Jarak perjalanan yang dilakukan salmon sangat menakjubkan, mereka dapat mengarungi arus sungai sejauh 1.400 km dan mendaki setinggi 2.100 km dari lautan menuju tempat di mana mereka dilahirkan.

Selama berada di air tawar dan muara, salmon muda memakan serangga, amphipoda, dan crustacea lainnya. Ketika sudah besar, mereka akan memakan ikan kecil.

Tekanan lingkungan

Populasi ikan salmon di alam liar terus menurun dalam dekade ini, terutama salmon Atlantik yang berkembang biak di Eropa Barat dan Timur Kanada. Faktor yang memengaruhi diantaranya:

  • Parasit yang tersebar dari peternakan salmon dengan jaring terbuka
  • Penangkapan secara berlebihan
  • Proses penghangatan lautan dan sungai dapat menghambat proses berkembang biak dan meningkatkan penyebaran parasit
  • Hilangnya habitat yang digunakan untuk berkembang biak, degradasi arus air, dan hilangnya material untuk proses berekembang biak ikan salmon (misal: kerikil untuk menutupi kumpulan telur salmon).
  • Pembangunan bendungan dapat menghalangi laju ikan salmon menuju tempat berkembang biak.

Referensi

  • Atlas of Pacific Salmon, Xanthippe Augerot and the State of the Salmon Consortium, University of California Press, 2005
  • Making Salmon: An Environmental History of the Northwest Fisheries Crisis, Joseph E. Taylor III, University of Washington Press, 1999
  • Trout and Salmon of North America, Robert J. Behnke, Illustrated by Joseph R. Tomelleri, The Free Press, 2002
  • The salmon: their fight for survival, By Anthony Netboy, 1973, Houghton Mifflin Co
  • Salmon, by Dr Peter Coates, 2006

Jumat, 21 Oktober 2011


Beruang Grizzly

Beruang grizzly, adalah beruang terbesar di Amerika Utara termasuk jenis mamalia. Beruang coklat ini juga di temukan di Eropa dan Asia. Dengan tinggi bisa mencapai 2,5 meter dan berat 360 kg, beruang raksasa ini memiliki kekuatan yang luar biasa. Dengan otot yang kuat, beban seberat 800 kg dengan mudah di gulingkannya saat Beruang grizzly mencari makan.makanan favoritnya adalah ikan salmon yang selalu melimpah saat musim migrasi ikan salmon, meski banyak ikan salmon yang tertangkap namun selalu ada persediaan yang cukup untuk setiap tahunnya,

Fakta tentang Beruang grizzly
  • Tinggi bisa mencapai 2,5 meter saat berdiri tegak dengan kaki belakang
  • Berat bisa mencapai 360 kg. Atau 5-6 kali berat rata-rata orang Indonesia
  • Memakan apa saja. mulai dari tumbuhan, rayap, dan mamalia kecil.
  • Bisa berlari 65 km/jam dalam jarak pendek.
  • hidup di daerah pegunungan atau lembah yang memiliki sumber air
  • Tidur di musim dingin (hibernasi)
  • Saat hibernasi beruang ini melambatkan kerja jantung dari 40 detak permenit menjadi 8 detak permenit dan menurunkan seluruh fungsi tubuh
  • Untuk persiapan hibernasi, beruang grizzly dewasa makan sekitar 40 kg perhari
di sisi lain ikan salmon yang bertelur akan langsung mati,sehingga beruang dapat diartikan sebagai pembersih bangkai sehingga meski ada salmon yg membusuk tidak akan sampai mencemari sungai karna alam selalu punya keseimbangan,